Pages

Subscribe:

Labels

Tampilkan postingan dengan label masalah bogorejo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label masalah bogorejo. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 Juli 2012

PRAKIRAAN PERKEMBANGAN MASALAH: SKENARIO


3.4.1     Skenario Perkembangan Kecamatan Bogorejo
·                Optimis
“Kecamatan Bogorejo menjadi kecamatan yang mandiri dalam pengelolaan sumberdaya alam.”
Potensi alam yang dimiliki Kecamatan Bogorejo sangat beragam, apabila SDM yang ada mampu mengelola sumber daya alam yang ada maka Kecamatan Bogorejo berpotensi menjadi kecamatan yang mandiri di Kabupaten Blora.
Hal tersebut berdampak pada  
1. Masyarakat dapat mengelola dan mengolah hasil tani untuk kebutuhan sendiri dan menjual ke daerah di sekitar Kecamatan Bogorejo.
2.    Lahan pertanian akan lebih produktif dengan pengelolaan yang optimal dan modern.
3.  Industri batu marmer yang ada dapat berkembang karena bahan baku yang dibutuhkan tersedia di Kecamatan Bogorejo.
4.    Hutan yang ada dapat dimanfaatkan dan diolah oleh masyarakat Bogorejo.
5.    Dapat dikembangkan bumi perkemahan ekowisata tingkat kebupaten.
6. Industri meubel dapat meningkatkan produksinya dari potensi hutan dan SDM yang terampil.
7.    Warga Kecamatan Bogorejo lebih inovatif dalam peningkatan ekonomi wilayah.
Kondisi tersebut dapat terjadi apabila
1.  Sumber daya alam yang ada dikekola secara optimal tanpa mengorbankan dan merusak lingkungan.
2. Masyarakat diberi penyuluhan dan pembekalan keterampilah dalam mengembangkan potensi alam yang ada.
3. Perbaikan kondisi infrastruktur sebagai nadi dalam distribusi hasil bumi.
4. Pemerintah berperan sebagai fasilitator dengan membuat lembaga-lembaga yang mampu menaungi dan membimbing aspirasi masyarakat.
.
·                Status Quo
“Keterbatasan pengetahuan masyarakat di Kecamatan Bogorejo menjadi penghambat untuk mencapai kecamatan yang mandiri dalam pengelolaan sumberdaya alam.”

Hal tersebut akan berdampak pada
Pengelolaan sumber daya alam yang ada menjadi kurang optimal dan produktivitas wilayah menjadi tidak stabil sehingga tidak mampu meningkatkan perekonomian lokal.
Kondisi tersebut dapat terjadi apabila
Tidak ada upaya dari pemerintah dan dari masing-masing warga Kecamatan Bogorejo untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang ada di Kecamatan Bogorejo.
·                Pesimis
“Kecamatan Bogorejo tidak dapat menjadi kecamatan yang mandiri dalam pengelolaan sumberdaya alam.”
Hal tersebut berdampak pada
1.     Masyarakat tidak dapat mengelola dan mengolah hasil tani untuk kebutuhan sendiri dan menjual ke daerah di sekitar Kecamatan Bogorejo.
2.    Lahan pertanian menjadi kurang  produktif karena pengelolan yang konvensional.
3. Industri batu marmer yang ada tidak dapat berkembang meskipun bahan baku yang dibutuhkan tersedia di Kecamatan Bogorejo.
4. Hutan yang ada menjadi tidak produktif karena tidak dimanfaatkan dan diolah oleh masyarakat Bogorejo.
5.    Tidak dapat dikembangkan bumi perkemahan ekowisata tingkat kebupaten.
6.    Industri meubel tidak dapat meningkatkan produksinya.
7. Warga Kecamatan Bogorejo sulit menerima inovasi dan perkembanganS dalam peningkatan ekonomi wilayah.
Kondisi tersebut dapat terjadi apabila
1.   Sumber daya alam yang ada tidak dikekola secara optimal.
2. Masyarakat tidak diberi penyuluhan dan pembekalan keterampilah dalam mengembangkan potensi alam yang ada.
3. Tidak dilakukannya perbaikan kondisi infrastruktur sebagai nadi dalam distribusi hasil bumi.
4. Pemerintah tidak berperan sebagai fasilitator dengan membuat lembaga-lembaga yang mampu menaungi dan membimbing aspirasi masyarakat.

PRIORITASI PERMASALAHAN


3.3.2     Prioritasi Permasalahan
Prioritasi permasalahan sangat diperlukan karena perencanaan terkait dengan multiaspek di antaranya aspek sosial, ekonomi, sumberdaya alam, maupun kelembagaan. Selain itu koteks pembahasan permasalahan selalu berkembang dan berubah dan hampir tidak mungkin melakukan perencanaan yang mengatur setiap aspek dalam waktu yang bersamaan. Untuk itu diperlukan pemilihan fokus permasalahan tertentu dengan memilih isu strategis maupun dengan cara menemukan masalah yang sifatnya spesifik tetapi berdampak luas.
Pada wilayah Bogorejo prioritas permasalahan yaitu pada aspek ekonomi yang lebih cenderung dalam hal pemanfaatan sumberdaya alam yaitu masalah sistem pertanian di Kecamatan Bogorejo yang subsisten dan belum optimalnya pemanfaatan potensi hutan jati untuk dikembangkan menjadi agroindustri mebel. Permasalahan ini menyebabkan pendapatan petani yang sangat minim untuk mencukupi kebutuhan hidup yang lebih layak. Aspek ekonomi menjadi prioritas permasalahan dibandingkan dengan aspek lain karena aspek ekonomi merupakan kunci utama dalam keberlanjutan hidup suatu masyarakat.  Dengan prioritas permasalahan pada aspek ekonomi diharapkan akan mengatasi permasalahan-permasalahan pada aspek lain seperti aspek sosial, kelembagaan, sumberdaya alam, kependudukan dll. Berikut adalah tabel logical frame work yang akan menampilkan penilaian beberapa indikator seperti  masukkan kegiatan, keluaran, hasil dan dampak serta ringkasan desain, target kinerja, mekanisme monitoring dan risiko dan asumsi.

 Click untuk memperbesar