PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
1.2. Tujuan dan Sasaran
PROFIL KECAMATAN BOGOREJO
2.1. Konteks Kecamatan Bogorejo
2.2. Karakteristik Wilayah
2.2.1. Karakteristik Fisik Alamiah
2.2.2. Karakteristik Penggunaan Lahan
2.2.3. Karakteristik Demografi Kecamatan Bogorejo
2.2.4. Karakteristik Ekonomi
2.2.5. Karakteristik Infrastruktur dan Fasilitas
2.2.6. Kondisi Aspek Lain
POTENSI DAN PERMASALAHAN DI KECAMATAN BOGOREJO
3.1. Potensi Kecamatan Bogorejo
3.2. Permasalahan Kecamatan Bogorejo
3.3. Penstrukturan Masalah
3.3.1. Hubungan Sebab Akibat Antar Aspek
3.3.2. Prioritasi Permasalahan
3.4. Prakiraan Perkembangan Permasalahan
3.4.1. Kecenderungan
3.4.2. Skenario Perkembangan Kecamatan Bogorejo
REKOMENDASI
KEBUTUHAN DATA
RENCANA KEGIATAN
KEGIATAN LAPANGAN
Tampilkan postingan dengan label Bab 1. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bab 1. Tampilkan semua postingan
Selasa, 17 Juli 2012
Senin, 16 Juli 2012
LATAR BELAKANG
1.1. Latar Belakang
Wilayah perbatasan identik dengan ketertinggalan.
Lokasinya yang berada pada batas 2 wilayah yang lebih besar atau lebih ini
sangat sarat dengan ekonomi yang lemah, taraf hidup yang rendah, lingkungan
yang terpencil dan juga sarat dengan masalah-masalah fisik maupun non-fisik
lain. Kurangnya perhatian dari pemerintah pusat menjadi faktor utama akan
ketertinggalan wilayah perbatasan. Pembangunan yang lambat menjadi penghambat
dalam pengembangan wilayah.
Peta Kecamatan Menyusul
Bogorejo merupakan suatu kecamatan yang terletak di
wilayah perbatasan. Kecamatan yang terletak diantara dua provinsi ini (Provinsi
Jawa Tengah dan Provinsi Jawa Timur) merupakan wilayah perbatasan yang memiliki
potensi alam yang luar biasa. Kecamatan yang berpenduduk lebih dari 23.000 jiwa
ini berada pada pegunungan kapur yang membentang dari Kabupaten Blora hingga
Kabupaten Tuban. Kondisi demikian menjadikan Kecamatan Bogorejo ini jalur
alternatif dalam distribusi pertambangan kapur dari Jawa Tengah ke Jawa Timur
dan juga sebaliknya.
Lahan pertanian yang ada juga memiliki tingkat
kesuburan yang tinggi. Lahan seluas kurang lebih 1.300 Ha ini memiliki
komoditas utama berupa padi, jagung, dan cabai. Selain pertanian, terdapat pula
hutan jati yang cukup luas dimana hutan jati ini milik Perhutani BKPH
Kebunharjo. Tidak hanya itu, Kecamatan Bogorejo juga memilik sumber mata air
yang dapat digunakan warga untuk irigasi sawah.
Pembangunan ekonomi Desa Bogorejo yang mengalami
perubahan struktur ruang yang melibatkan sebuah kawasan ekonomi yang baru
tumbuh dengan tingkat pendapatan perkapita yang awalnya relatif rendah. Namun
data kepadatan penduduk dapat menjadi tolok ukur perubahan struktur spasial
yang artinya pertumbuhan ekonomi mendorong pertumbuhan penduduk. Hal ini
dibuktikan dengan tingkat pertumbuhan penduduk yang lebih tinggi dipusat
wilayah (Desa Bogorejo) dan menurun seiring dengan menjauhnya dari pusat
wilayah.
Pada wilayah diluar pusat pertumbuhan, juga terjadi
pertumbuhan ekonomi namun dengan tingkat pertumbuhan yang lebih lambat. Hal ini
dapat ditunjukkan terdapatnya kawasan komersial pada beberapa desa seperti Desa
Sendangrejo, Desa Karang dan Desa Gayam. Pertumbuhan ekonomi di bagian
non-metropolis ini dapat disebabkan oleh penetesan pertumbuhan ekonomi
(trickling down effect) ke wilayah sekitar.
Kemungkinan kedua adalah wilayah dengan pertumbuhan yang awalnya terjadi
dibagian non-metropolis Bogorejo, yang kemudian menciptakan stimulus untuk
bagian metropolis (Desa Bogorejo). Perkembangan kegiatan pertanian dan kegiatan
berbasis sumberdaya alam dibagian non-metropolis menciptakan permintaan
terhadapat barang dan jasa yang hanya ada di bagian metropolis (Desa Bogorejo).
Barang dan jasa ini mencakup berbagai kebutuhan seperti perbankan, keuangan,
grosir, dan jasa berorientasi konsumen.
Kecamatan
Bogorejo memiliki potensi alam yang luar biasa, oleh karena itu perlu dilakukan
perencanaan yang bertujuan untuk mengoptimalkan potensi dan meminimalkan
masalah yang ada. Adanya rekomendasi untuk perencanaan di Desa Bandengan
diharapkan dapat mewujudkan tujuan di atas.
Kedudukan
laporan akhir ini di dalam kerangka perencanaan yaitu sebagai usulan penanganan
masalah untuk kondisi sekarang dan di masa yang akan datang beserta rekomendasi
untuk pembuat keputusan dalam jangka waktu pendek, menengah, hingga panjang. Dalam kerangka proses perencanaan ideal,
laporan akhir ini masih terbatas pada tahap perencanaan implementasi, dimana
hal tersebut diwujudkan dalam rekomendasi yang ditujukan kepada stakeholder
yang paling memiliki andil dalam pencapaian tujuan yang dimaksud.
TUJUAN DAN SASARAN
1.2
Tujuan dan
Sasaran
1.2.1
Tujuan
Tujuan
akhir dari penyusunan laporan akhir studio proses perencanaan ini adalah
mengidentifikasi masalah yang ada di Kecamatan Bogorejo dan memberikan
rekomendasi guna meminimalisir masalah yang ada. Rekomendasi yang diberikan
ditujukan kepada pemerintah, swasta, lembaga swadaya, masyarakat Kecamatan
Bogorejo dan semua stakeholder yang
terkait di dalamnya sehingga dapat memaksimalkan potensi yang ada di dalamnya.
1.2.2
Sasaran
Sasaran
yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan antara lain
·
Mengetahui
karakteristik dan kondisi Kecamatan Bogorejo yang didapat hasil survei lapangan
·
Teridentifikasinya
potensi dan permasalahan yang ada di Kecamatan Bogorejo
·
Terstrukturnya
permasalahan yang ada di Kecamatan Bogorejo dengan memperhatikan hubungan
antara satu aspek dengan aspek yang lain dan prioritasi permasalahan
·
Terbentuknya
perkiraan mengenai perkembangan permasalahan
·
Tersusunnya
usulan penanganan masalah dan rekomendasi untuk meminimalisir permasalahan yang
ada dan memaksimalkan potensi yang ada
1.3
Ruang
Lingkup
1.3.1
Ruang Lingkup Materi
Ruang lingkup materi yang dibahas
dalam penyusunan laporan akhir Kecamatan Bogorejo
adalah
·
Kondisi
fisik Kecamatan Bogorejo meliputi topografi, sumber daya alam, dan penggunaan
lahan
·
Karakteristik
demografi atau populasi Kecamatan Bogorejo
·
Kegiatan
ekonomi Kecamatan Bogorejo yang meliputi sektor perdagangan, jasa, dan industri
marmer
·
Infrastruktur
dan fasilitas sebagai pendukung aktivitas masyarakat
·
Kapasitas
Kelembagaan masyarakat dan pemerintahan, serta
·
Kondisi
Sosial budaya masyarakat Kecamatan Bogorejo.
Dari ruang lingkup materi yang akan
dibahas, digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk menyusun rekomendasi.
Sebelum menyusun sebuah rekomendasi, dari data eksistening tersebut dapat
ditentukan potensi dan permasalahan yang ada di Kecamatan bogorejo sehingga
dapat membentuk sebuah penstrukturan masalah dan perkiraan oerkembangan
permasalahan. Baru didapatkan sebuah usulan penangan masalah dan rekomendasi
untuk pembuat keputusan.
1.3.2
Ruang Lingkup Wilayah
Ruang lingkup wilayah studi dalam
laporan akhir ini yaitu Kecamatan Bogorejo yang merupakan salah satu kecamatan
di Kabupaten Blora. Kecamatan ini berada pada arah timur laut dari Kabupaten
Blora. Kecamatan Bogorejo terdiri dari 14 desa, sebelah barat kecamatan yang
memiliki jenis tanah mediterania dan grumosol ini berbatasan langsung dengan
Kecamatan Jepon, sedangkan sebelah timur kecamatan yang memiliki kawasan karst
pegunungan kapur utara ini berbatasan dengan Kecamatan Kenduran, sebelah utara
kecamatan yang lahir pada tahun 1992 ini berbatasan dengan Kecamatan Sale, dan
sebelah selatan kecamatan yang memiliki jumlah penduduk 23.548 jiwa ini
berbatasan dengan Kecamatan Jiken.
Kecamatan Bogorejo bila dilihat
dalam hubungannya yang lebih luas berkaitan dengan Kabupaten Blora. Kecamatan
yang memiliki luas wilayah 4.980 Ha ini merupakan daerah pinggiran atau
hinterland dari Kabupaten Blora. Menurut RTRW, Kecamatan Bogorejo termasuk
dalam sistem perwilayahan pembangunan yang berpusat di Kecamatan Blora dengan
wilayah pelayanan berada di Kecamatan Blora, Kecamatan Jepon, Kecamatan
Bogorejo, Kecamatan Jiken, Kecamatan Tunjungan, dan Kecamatan Bandarejo.
Kecamatan Bogorejo memiliki fungsi kawasan sebagai kegiatan industri. Kecamatan
Bogorejo telah menjadi peruntukan kawasan industri sedang yang berfungsi
sebagai pemasok barang untuk memenuhi kebutuhan skala Kabupaten Blora maupun
tingkat regional.
Kecamatan Bogorejo merupakan salah
satu komponen dalam sistem pedesaan pada Kabupaten Blora. Kecamatan Bogorejo
merupakan Pusat Pelayanan Kawasan (PPK) dengan fungsi pertanian, pertambangan,
dan pemukiman bagi Kabupaten Blora. Kecamatan ini juga menjadi kawasan resapan
air yang berada di kawasan sungai. Kawasan tersebut berfungsi untuk memberikan
perlindungan terhadap kawasan di bawahnya.
Sesuai dengan fungsi pertaniannya,
hasil pertanian Kecamatan Bogorejo berupa cabai merah dan bawang merah dengan
luas lahan kurang lebih 1.490 Ha yang merupakan komoditas pangan untuk memenuhi
kebutuhan masyarakat yang ada di Kecamatan Bogorejo maupun masyarakat yang ada
di kecamatan lainnya. Dalam sektor pertambangan Kecamatan Bogorejo menghasilkan
batu gamping, pasir kuarsa, dan batu lempung. Hasil tersebut didistribusikan ke
luar wilayah Bogorejo.
Langganan:
Postingan (Atom)


